RADIO KOMUNITAS

RADIO KOMUNITAS


Menggugah Pendidikan Lewat Radio Komunitas

 

TIGA penyiar remaja itu menyapa pendengar dengan bahasa Sunda pada acara Sampurasun di Radio Suara KOta 107,7 FM. Meski studio radio itu sempit dan sederhana, mereka tampak asyik. Bahkan, beberapa lagu  diputar untuk menghibur suasana siang & malam.

Itulah pemandangan yang terlihat di Radio Suara kota atau disebut radio komunitas di kelurahan Kaliawi, Kec. Tanjung Karang Pusat, KOta B.Lampung, yang terletak Jl.Raden Fatah Gg.Bukit II .No15/33. Ruang studio kecil, hanya ukuran 2 X 3,5 meter persegi, dilengkapi seperangkat alat radio yang sederhana pula.

Sejak beberapa bulan ini, seperti diakui ke TIGA REMAJA itu, . Angga , Rio , Fajar, suasana kantor  lebih meriah. Anak muda saban hari datang ke kantor , karena ingin melihat langsung dan ikut nimbrung dalam berbagai acara yang disiarkan radio komunitas itu. Bahkan, pada malam Minggu, sebagian besar anak muda menghabiskan waktunya di kantor  yang kondisinya juga sederhana.

Bagi Igo, kondisi itu tidak ditemukan sebelumnya. Kaliawi dengan luas lahan lebih kurang 294,4 hektare itu, merupakan daerah miskin. Karena, sebagian besar penduduknya, kini berjumlah lebih kurang 2.077 kepala keluarga, hidup di bawah garis kemiskinan. Dengan kehadiran radio, suasana Kaliawi menjadi ramai.

Kepala Radio Rifki Indrawan, mengaku terharu melihat kondisi desanya saat ini. Betapa tidak, sebagian besar anak muda di Kaliawa itu nganggur . Para orang tua lebih mendahulukan anaknya untuk bekerja, ketimbang meneruskan pendidikan ke tingkat lebih tinggi.

Terjadinya perubahan dan kesadaran masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, tidak terlepas dari kegiatan sosial yang diselenggarakan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI). Seperti dijelaskan Herawati, pekerja YKAI, setelah delapan bulan berada di Kaliawi Panyingkiran, kesadaran orang tua melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang lebih tinggi, seperti dari sekolah dasar ke SMP, mencapai 98 persen. “Padahal sebelumnya, anak-anak di sini kebanyakan tamat SD. Kalaupun ada yang melanjutkan, sekira 30 persen,”ujarnya.

Bukan hanya persoalan rendahnya kesadaran melanjutkan pendidikan, orang tua di Kaliawi itu juga lebih memilih mengirimkan anak mereka bekerja ke Malaysia. Tahun 2004 saja, sebanyak 384 anak berangkat ke negeri padang pasir itu. “Dari jumlah itu, 98 persen adalah perempuan dan hampir 30 persen di antaranya masih berusia di bawah 18 tahun,” kata Samsul, juga dari YKAI.

Dengan modal Rp 12,5 juta serta dukungan penuh dari masyarakat dan desa, YKAI membangun radio komunitas, beberapa bulan lalu. Keterbatasan dana, tidak menjadi halangan. Anak muda diberikan latihan sebagai penyiar. “Jumlah penyiar sebanyak 20 orang, termasuk kepala tiga pemuda . Mereka tidak dibayar, melainkan sukarela menjadi penyiar,” jelas Kodir.

Sasaran utama radio itu, lanjut Herawati, adalah menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, serta memberikan pelatihan kepada anak-anak muda dalam membaca. Sebab, dengan menjadi penyiar, otomatis mereka harus belajar membaca. Untuk pendukung, di sebelah studio, dibuat sanggar membaca. Kemudian, juga disediakan perpustakaan keliling.

Pendekatan pekerja YKAI, memberikan arti mendalam bagi masyarakat Panyingkiran. Seperti dikatakan Dewa, pengaruh radio cukup besar. Bahkan, ia rela menjadi penyiar mesti tanpa dibayar. “Saya membawakan acara suara Kaliawi dengan nama samaran uwa,”katanya.

Untuk menutup biaya operasional, dijual atensi kepada pendengar. Satu lembar harganya Rp 400,00. “Dengan hasil penjualan atensi, kami bisa membiayai operasional radio, ditambah bantuan dari kepala desa,” kata Kodir.

Keberadaan radio komunitas dan kesadaran pentingnya pendidikan di Kaliawi Panyingkiran, tampaknya sampai juga ke telinga Menteri Negara Pemberdayaan Wanita, . Hal itu terbukti, pada 31 oktober lalu, ia khusus datang ke desa tersebut melihat langsung perubahan yang terjadi. (Rifki Indrawan)***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s